To Give, Share, and Inspire

Amiiin! ;p

October 26, 2009 · Leave a Comment

“Kata adik saya, Ales pernah tinggal di luar negeri kan?”

Ha?

[Lihat di sini]

Itu terjadi sekitar dua tahun yang lalu. Percakapan berikut terjadi baru-baru ini:
“Errr, 530 waktu tahun 2003…”
“Hah?! Tapi kata Firman TOEFL kamu di atas 600, Les! Keep reading →

→ Leave a CommentCategories: Serba-serbi, lah!
Tagged:

Naik ojek aja, Pak!

October 26, 2009 · Leave a Comment

Saya sedang duduk di atas motor di perempatan Simpang Dago. Saya dan teman saya, Teh Evi, baru saja dari Cisitu. Langit sore sudah gelap. Sudah magrib.

Lampu merah masih menyala. Dari tiga arah, mobil-motor diam di tempat. Hanya dari satu arah lalu lintas bergerak.

Detik-detik terasa lambat. Sampai akhirnya, tiba-tiba kedamaian itu dipecahkan Keep reading →

→ Leave a CommentCategories: 1
Tagged: ,

It’s The Power of The Dream

October 25, 2009 · 2 Comments

“Introducing… The Nash Family!”

“Aaw… than.”
“I’m sorry?”
“Aaaw… than.”
“What?”
“Aaw… than.”

Ibarat ikan, saya bagaikan ikan mas yang terdampar di pinggir kolam, menggelepar-gelepar, setengah-idup-setengah-mati, megap-megap mencari air. Maksudnya, udah masang telinga selebar apapun, saya teteeep aja gak bisa menangkap apa yang dia omongin.

Sampai akhirnya dia dengan ‘murah hati’ memperjelas omongannya Keep reading →

→ 2 CommentsCategories: Serba-serbi, lah!
Tagged: ,

Pendakian Itu

October 14, 2009 · Leave a Comment

“Life is a climb. But the view is great.”
~Hannah Montana, the Movie

Bagaimana mungkin sebuah film dan lagu-lagunya bisa menyentuh hati ini begitu dalam? Bisa menjawab semua pertanyaan dan keraguanku? Bisa mengungkapkan apa yang kurasakan dengan begitu tepatnya?

The Climb
by: Miley Cyrus (Ost. Hannah Montana)

I can almost see it
That dream I’m dreamin’, but…
There’s a voice inside my head said
“You’ll never reach it.”

Every step I’m takin’
Every move I make feels
Lost with no one direction
My faith is shakin’…

But I… Keep reading →

→ Leave a CommentCategories: Uncategorized
Tagged:

Dia.Begitu.Indah

October 13, 2009 · 7 Comments

Para penghuni langit ribut
Mereka menggelar rapat besar
Riuh-rendah bertebaran
Rasa resah menggantung di udara
Sang Langit tertarik melihatnya

Ada apa gerangan, tanya sang Langit
Tahukah engkau wahai Langit, kata Angin,
kita sedang menghadapi sebuah momen
yang sukar dilukiskan
Oh ya, tanya Langit lagi
Tadi Jibril bersua dan berkata padaku agar bersiap
Bersiap untuk apa, Langit penasaran
Bersiap untuk menyambut sang Kekasih
yang diantar Izrail melewati kita

Sang Langit terhenyak
Itukah sebabnya?
Ya, jawab Awan
Sungguh kami gembira untuk menyambutnya
Karena akhirnya dia kembali ke pangkuanNya
Tapi tadi Air datang dan menyampaikan
pesan kehilangan dari Bumi
Tidak bisa tidak, tangis pun tumpah dariku

Aku baru sadar, tutur Angin
Meski kini dia kan abadi di rumahNya,
aku tidak akan pernah melihatnya lagi di bumi
Aku takkan bisa menyapanya lagi kala dia
berdiri di bawah hamparan malam
Kulihat Matahari muram
karena tidak dapat lagi menghangatkannya
Bintang-bintang kecewa
karena tidak bisa lagi bercengkerama dengannya

Langit yang terdiam sedari tadi akhirnya berkata:
Berbahagialah, wahai penghuni langit
Tidakkah kau saksikan cahaya itu?
Yang menyelimuti bumi dan isinya?
Itulah pelita yang akan abadi
di hati penghuni bumi
Sang Kekasih mungkin telah kembali
Tapi ia tidaklah pernah mati
Ia akan terus hidup hingga akhir nanti

Dan tahukah kalian?
Baru saja kudengar seorang pujangga
dari masa yang tak terkira
melantunkan kerinduannya
pada sang Kekasih

Dia berkata:
Terang saja aku menantinya
Terang saja aku mendambanya
Terang saja aku merindunya
Karena dia…
karena dia begitu indah

[ Bandung, 7 Ramadhan 1427H ]

Thanks to PADI for the inspiration.

→ 7 CommentsCategories: Uncategorized
Tagged: