Kau

“Kau…” Sampai di situ aku kelu Ada rasa yang mengharu-biru Dan menghangat di kalbu Sejuta asa Tidak mampu bersua Rasa ini terlalu kaya Hingga kata tak mampu berbicara (2006) *** [Diunggah ulang dari blog lama, dengan beberapa penyempurnaan.]

Soliter

Rasa apa ini Yang hinggap di sela-sela langkah? Rasa apa ini? Yang mengikuti

Dia.Begitu.Indah

Para penghuni langit ribut Mereka menggelar rapat besar Riuh-rendah bertebaran Rasa resah menggantung di udara Sang Langit tertarik melihatnya Ada apa gerangan, tanya sang Langit Tahukah engkau wahai Langit, kata Angin, kita sedang menghadapi sebuah momen yang sukar dilukiskan Oh ya, tanya Langit lagi Tadi Jibril bersua dan berkata padaku agar bersiap Bersiap untuk apa, … Continue reading