Aging


Dulu saya berpikir bahwa punya mata sipit itu perlu diatasi karena tidak menguntungkan.

Pertama, sering dibercandai, “Bangun, bangun! Belum bangun aja, hehehehehe…,” karena memang selalu terlihat tidak melek. Saya tidak tersinggung juga sih; saya malah ikut tertawa.

Kedua, ada beberapa orang yang dengan tulus dan polos bertanya, “Les, kamu ngeliatnya gimana? Keliatan gak yang di pinggir-pinggir?”

Maksud si penanya, apakah sudut pandang saya selebar orang normal atau jadi terbatas karena luasan mata saya kecil. Yang saya lakukan adalah tertawa terbahak-bahak kalau ada yang bertanya demikian.

Ketiga, saya merasa bahwa tidak punya lipatan kelopak itu tidak terlihat indah secara estetika wajah.Yaa, kalau orang lain yang matanya besar (belo’) dan kelopaknya ada lipatan, kelihatannya kan indah gitu kan?

***

Nah, sekarang, saya malah tambah bersyukur dengan gen ras mongoloid dan mata sipit saya.

Di usia segini, saya malah baru tahu kalau gen mata sipit saya ini juga berarti kerutan pertanda penuaan yang biasa muncul di sekitar mata itu lambat datangnya di saya. Garis kerutan di sudut dalam mata ke arah bagian bawah mata saya, baru muncul di usia saya yang 17++ ini (tentu saja tidak sopan menanyakan usia pada wanita, bukan?).

Saya menyadari itu ketika ada rekan kerja saya yang sadar betul bahwa di usianya yang jauh di bawah saya, kerutan dan kantung matanya sudah dia anggap ekstrim, sementara di saya baru ada garis kerutan halus. Matanya memang besar, jenis kulitnya cenderung kering, alhasil kulit dia mulus (dan dia memang cantik). Tapi ya itu, kerutan sudah tampak jelas di matanya, menurut dia.

Dan saya jadi, “Hmmmm…, ternyata begitu ya?” sambil bercermin dan melihat kerutan di bawah mata saya yang memang masih terhitung halus.

Yang selama ini saya perhatikan hanyalah bahwa mata saya sipit dan harus dibuat terlihat selalu ‘bangun’. Jadilah saya rajin menggunakan celak mata atau eyeliner.

Dan anda tahu? Sekarang kelopak mata saya ada lipatannnya, yeeey!

Artinya, kalau dalam istilah estetika kecantikan, saya sudah punya double-eyelid. Padahal orang Korea bela-belain keluar uang untuk oplas supaya bisa punya lipatan kelopak mata. Dan artinya lagi, mata saya akan terlihat ‘sudah bangun’, hehehehe…

Dan itu karena aging! Penuaan, penuaan. 😀

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: