A Gentle Reminder

Last night I went out to buy dinner in Dago. By the time I arrived on Kedai Mie, I saw a scavenger walk passed by. He wore no sandals or shoes. He carried a big sack on his right shoulder. It was 8.48 pm. I was going to buy dinner, he was still scavenging. I … Continue reading

Bahasa Kita Menentukan Dunia Kita

“Dalam bahasa Inggris, bila saya memecahkan cangkir, bahkan bila saya tidak sengaja, maka Anda akan berkata, ‘Dia memecahkan cangkir.’ Dua hal yang berbeda, dikategorikan dalam satu kejadian yang sama secara tata bahasa. Namun, dalam bahasa Spanyol dan bahasa Jepang, niat itu penting.” Demikian ungkap Boroditsky. “Bila seseorang sengaja memecahkan cangkir, akan ada kata kerja khusus … Continue reading

Bahagia Berbagi

(Dimuat ulang dari Jejak Langkah) 27 Juni 2005 Apa yang menjadi ukuran kebahagiaan itu? Harta benda dunia? Tercapainya impian? Pangkat? Pada awalnya aku menggunakan dunia sebagai ukuran kebahagiaan. Impianku berupa hal-hal yang dapat dilihat secara kasat mata. Aku benar-benar memimpikannya, memikirkannya di setiap waktu luangku. Namun ketika aku sudah mendapatkannya, seringkali aku malah tidak merasakan … Continue reading

Berhentilah Menolak Rezeki

Hari itu adalah Sabtu pagi. Pagi yang tenang untuk ukuran kota Jakarta. Lalu lintas lancar dan terkendali. Saya sendiri sedang menikmati semilir angin yang mengalir dari jendela bis yang terbuka, dalam perjalanan menuju tempat kerja. Dalam bis sudah ada seorang pengamen. Dia dendangkan lagu-lagi pamungkasnya. Meski kualitas suara dan iramanya jauh dari artis aslinya, paling … Continue reading

“Teko hanya mengeluarkan isi teko…”

“Gandeng sia, nj*ng!” * Beribu maaf saya sampaikan. Kalimat di atas saya kutip apa adanya. Bila ada beberapa dari anda yang terkejut dan tersentak hatinya karena membaca kalimat tadi, maka percayalah, saya lebih terkejut lagi. Itu adalah status seseorang yang ada di daftar teman saya, yang terbaca tepat ketika saya membuka halaman FB semalam. Sebenarnya … Continue reading

The Beauty of The Unseen

Jiwa manusia itu ternyata indah. Saya menyadarinya ketika satu kali saya membaca tulisan seorang wanita yang berjuang untuk bisa bergabung bersama suaminya yang bersekolah di luar negeri. Sejak menikah, dia hanya bersama suaminya beberapa minggu. Suaminya kemudian pergi bersekolah. Wanita ini berjuang mendapatkan visa, tapi selalu ditolak. Sampai sekarang. Membaca tulisannya, melihat untaian huruf dan … Continue reading

Jadi, Miskin Itu Emang Cuma Nasib Atau Pilihan?

“Subuh-subuh ada tiga orang tuh anaknya. Jam limaan lah. Mereka nyebar ke seluruh komplek.” “Emang disuruh mereka sama orangtuanya.” Saya duduk di kursi tengah mobil Avanza, menyimak penuturan saudaranya Pak Yadi tentang fenomena ‘dimaling mangganya terang-terangan’ yang dialami warga komplek Baitusalam, Ciwastra. Pak Yadi menimpali, “Yah, mereka akan tetap miskin dengan kelakukan itu.” Sudah bukan … Continue reading

Begitu Mudah Berpaling

“Sebenernya teh, ibu itu lagi ada masalah sih.” “Hmmm?” nada tanya saya sedikit naik di ujung. “Denger-denger suaminya sempet mau nikah lagi…