Termehek “Take Me Out”


Sekitar dua tahun yang lalu, entah bulan apa, ketika saya mudik ke Priuk, saya mendapati Bu Dara (a.k.a. uwak saya) tiba-tiba saja jadi penggemar acara gosip. Tidak tanggung-tanggung, gosip pagi, gosip siang, sampai gosip sore dijabanin. Waktu itu, saya yang sudah tidak bertemu beliau sekitar tiga-bulanan, cukup heran juga…

Bu Dara geto loooh! Masa’ iya jadi seneng nonton gosip di TV seeeeh?

Maksudnya, kalau saja anda tahu Bu Dara itu seperti apa

But eniwei, ya sudahlah. Mau diapain lagi? Walau udah saya tanyain macem-macem, saya cecar dengan berbagai pertanyaan nyinyir, gak mempan juga. Cuma cengar-cengir responnya. Gak merasa bersalah gitu tampangnya. Jadilah saya, yang selama di kosan hampir gak pernah nonton TV, sepi dari hiruk-pikuk persilatan selebritis Indonesia, terpaksa jadi tahu tentang perkembangan terbaru dari para selebritis itu (artis X ketahuan kalau dia ternyata hobi ngumpulin bekas sepatu orang–bo’ongan deng). Ya…, terpaksa deh, hehe…

Nah, itu dua tahun yang lalu.

Kira-kira tengah tahun ini, pas saya mudik rutinan saya, saya mendapati Bu Dara tiba-tiba saja jadi senang nonton acara ‘Take Him/Me Out’. Pokoknya, kalau udah ada acara itu, gak boleh pindah ke saluran lain sebelum acaranya beres. Dan lagi-lagi, saat saya komentarin dengan nyinyir, Bu Dara tetap cuek bebek. Rasanya mata itu gak lepas dari TV. Kalaupun disambil dengan kerjaan lain, pastinya volume suara TV gak bisa pelan-pelan.

Terus terang saya tidak terlalu memperhatikan acara ‘Take Him/Me Out”‘ Cuma tahu heboh-hebohnya dari teman atau orang lain yang mengikuti acaranya. Nah, begitu saya terpaksa nonton, saya tidak bisa bilang kalau saya menyukai acara itu. Pokoknya…, gimana ya? Ya gitu deh. Agak gimanaa…gitu.

Mungkin karena isi acaranya sendiri superfisial menurut saya. Saat saya memperhatikan jalan acaranya, yang saya lakukan adalah menertawakan para peserta acara tersebut yang saya nilai konyol-konyol. Ya para ‘pemilih’ calon ataupun para calon yang akan ‘dibawa keluar’ itu. Meskipun tidak terlalu suka, saya menganggapnya lucu. Mau-maunya mereka mempromosikan diri dengan cara seperti itu. Untuk ukuran saya, mereka tergolong nekad.

Tapi nyatanya toh acara itu sukses berat memancing penonton setia. Termasuk–tentu saja–Bu Dara. Saya mencoba menerka, dari hasil pengamatan saya terhadap acara itu, apa yang membuatnya menarik. Ternyata, yang menarik memang orang-orang yang ikut acara itu, segala tingkah laku dan ke-pede-an mereka saat menunjukkan siapa mereka. Ada yang memang mengesankan, tapi ada juga yang enggak banget geto loh!

Haha… Manusia dengan segala tindakannya. Manusiawi, dan tentu akan menarik minat manusia lain. Jadi, terlepas dari segala kenyinyiran dan protes saya, akhirnya saya memaklumi kelakukan Bu Dara. Siapa yang tahu, mungkin nantinya saya akan begitu juga. Minat kita bisa saja berubah drastis kan, seperti contoh Bu Dara tadi?

Bukannya mendoakan diri sendiri, bahwa nantinya saya akan seperti itu. Saya hanya sekedar menyadari, bahwa kadang-kadang, kita perlu memberi ruang bagi diri sendiri, dan juga orang lain, untuk menjalani kemanusiawiannya. Bila kemanusiawian itu perlu dijalani dengan menonton acara gosip, ‘Take Him/Me Out’, atau Termehek-Mehek sekalipun…

Maka… jadilah!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: