Entries tagged as ‘seurieus’
February 18, 2009 · 1 Comment
Belum ada yang mengalahkan pengalaman sebagai guru terbaik.
Pengalaman telah mengajarkan saya tentang “kebodohan”. Dan pengalaman juga yang telah memberi saya ilham tentang makna istilah berikut: ‘tolol’.
Dari pengalaman saya, istilah ‘tolol’ ternyata punya dua makna. Makna pertama merujuk pada ‘kecerdasan yang rendah’. Lengkapnya saya uraikan sebagai berikut (dengan gaya penulisan a la kamus yang saya buat-buat sendiri, hehe…):
tolol
(nomina ke.tolol.an, superlatif ter.tolol)
ajektiva
1) ofensif: rendah dalam kecerdasan atau kemampuan, lambat berpikir, bodoh
Bisa kita lihat (dan sadari) bahwa makna pertama dari ‘tolol’ ini mengandung unsur yang menghina (ofensif). Penggunaannya memberi nilai rasa yang ‘kasar’ dan ‘rendah’. Karena nilai rasa itulah, penggunaan kata ‘tolol’ dengan makna pertama terhadap orang lain akan terasa sangat menghina.
(Saya sendiri tidak nyaman untuk menggunakannya dalam melabeli orang lain. Terlepas dari kenyataan bahwa ada orang-orang yang memiliki kecerdasan rendah, saya tidak sampai hati menyebut mereka ‘tolol’. Dalam hati pun tidak. Saya memilih untuk tidak berkomentar biasanya.)
Sekarang kita lihat makna kedua dari ‘tolol’. Untuk bisa memahami makna kedua ini, saya sarankan agar pembaca menilik sejenak makna ‘bodoh’ yang pernah saya bahas di blog saya yang pertama. Bila pembaca tidak mau repot, saya kutip sebagian penjelasan saya (more…)
Categories: melankolis
Tagged: seurieus
Assalamu’alaikum… warahmatullah… wabarakatuh… Ditujukan kepada seluruh warga RW sembilan… Sehubungan dengan adanya kunjungan dari Bapak Walikota, pagi ini kita akan mengadakan kerja bakti untuk membersihkan lingkungan sekitar kita. Oleh karena itu, diharapkan seluruh warga RW sembilan turut berpartisipasi pada kegiatan ini… Sekali lagi, kepada seluruh warga RW sembilan… Sehubungan dengan adanya kunjungan Bapak Walikota, pagi ini kita akan mengadakan kerja bakti untuk membersihkan lingkungan sekitar kita. Oleh karena itu, diharapkan bla…bla…bla…
Atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih. Wassalamu’alaikum… warahamtullah… wabarakatuh!
Orang senang menipu dirinya sendiri.
Tidak semua orang, memang. Tapi banyak yang begitu.
Pengumuman macam tadi kadang-kadang saya dengar di hari Minggu pagi, lewat corong pengeras suara mesjid, yang biasanya digunakan untuk mengumandangkan azan, atau mengumumkan berita kematian warga anu yang tinggalnya di RT anu, meninggalnya jam (more…)
Categories: pengamatan
Tagged: seurieus
Yang mau saya ceritakan adalah seorang teman. Dan perbedaan.
Saya sering bertanya-tanya, sejauh mana saya bisa menerima perbedaan. Selama ini saya mengklaim diri saya cukup fleksibel dalam berteman. Saya tidak mementingkan latar belakang dan status dalam berteman. Selama orang yang saya ajak berteman itu bisa nyambung dengan saya, saya sih asyik-asyik saja.
Namun pengalaman berikut memberikan pelajaran yang berbeda pada saya. Saya belajar bahwa label ‘teman’ tidak bisa selalu dijadikan pembenaran untuk menerima, apalagi memaklumi tindakan yang di luar batas. Kadang-kadang, ketika kita sudah cukup akrab dan dekat dengan seorang teman, pandangan kita terhadapnya menjadi bias. Kadang kita kesulitan untuk melihat bagaimana teman kita itu sebenarnya, karena sudah terlanjur dekat.
Bagaimana ya memulainya?
Kami berkenalan dua tahun yang lalu di sebuah (more…)
Categories: melankolis
Tagged: seurieus