“Introducing… The Nash Family!”
“Aaw… than.”
“I’m sorry?”
“Aaaw… than.”
“What?”
“Aaw… than.”
Ibarat ikan, saya bagaikan ikan mas yang terdampar di pinggir kolam, menggelepar-gelepar, setengah-idup-setengah-mati, megap-megap mencari air. Maksudnya, udah masang telinga selebar apapun, saya teteeep aja gak bisa menangkap apa yang dia omongin.
Sampai akhirnya dia dengan ‘murah hati’ memperjelas omongannya (more…)